Pentingnya IT untuk Santri Demi kemajuan Islam
Peranan santri dalam agama, bangsa, dan Negara.
Sosok seorang santri ialah dasar dari kebangkitan ummat Islam khususnya di
Indonesia. Namun, mayoritas santri-santri pondok pesantren menganggap bahwa yang
mereka butukan hanya ilmu alat, ilmu fiqh, ilmu tauhid, ilmu tafsir, ilmu
hadist, dll.
Dalam hal ini, para santri memahami Islam tapi tidak mampu
memahami globalisasi yang terjadi dan kehidupan manusia di jaman modern saat
ini. Banyak dari mereka lebih mementingkan salafiyahnya dan mengacuhkan
pendidikan seperti matematika, fisika, biologi, informatika dll. Jika hal ini
terus berlanjut tanpa penanganan dini maka otomatis ummat muslim akan
tertinggal dan otomatis Islam juga akan tertinggal.
Sebenarnya, Allah SWT menyuruh hambanya untuk
mencari semua ilmu bukan hanya dalam bidang kesyariatan. Dan dengan ilmu
tersebut kita dapat mengenal kebesaran Allah SWT. Terutama dalam bidang tekhnologi dan informasi
sebagai awal dari globalisasi yang terjadi saat ini, ummat Islam sangat jauh
tertinggal. Setelah saya survey dari
1000 santri lulusan dari berbagai Pondok Pesantren, hanya 2% dari mereka yang
berkecimpung dalam bidang Tekhnologi dan Informasi. Padahal untuk
mempertahankan Islam dan kemajuannya sangat dibutuhkan tekhnologi dan
Informasi. Contoh simpelnya, untuk mengenalkan islam kepada orang awam maka
akan lebih efisien jika kita menggunakan jejaringan sosial/e_mail/google. Namun
saat ini semua itu dipegang orang-orang non islam yang kebanyakan kurang suka
dengan islam. Sama halnya dengan pemograman komputer,
untuk membuat program Zakat atau Faroid (Bagi Waris).
Disini kita
mengajak para Muslim khususnya Santri untuk menguasai Teknologi Informasi demi
kemajuan bangsa lebih lagi untuk kemajuan Agama Islam.